Menentukan Nilai Keamanan Kendaraan Melalui Uji Tabrak Mobil

Karoseri Tugas Anda, Perusahaan Karoseri indonesia, mobil rantis turangga, karoseri kendaraan militer

Dewasa ini, pabrikan otomotif seolah tengah berlomba-lomba menyematkan fitur – fitur keamanan canggih di tiap unitnya. Teknologi keamanan kendaraan roda empat memang tengah berkembang. Akan tetapi, hal itu ternyata belum cukup membuktikan aman tidaknya sebuah kendaraan. Oleh karena itu, setiap pabrikan otomotif baru dapat berlega jika telah mendapat nilai keamanan layak pada sebuah uji tabrak mobil.

Rangkaian uji tabrak mobil merupakan prosedur resmi yang harus dilalui setiap kendaraan komersial. Tes serupa dilakukan di benua Eropa, Amerika, dan Asia. Untuk wilayah ASEAN dikenal sebuah program penilaian keamanan kendaraan roda empat dengan nama New Car Assessment Program for Southeast Asian Countries (ASEAN NCAP).

Pada sesi uji coba, tidak hanya fitur – fitur keamanan seperti pengereman saja yang diperhatikan, tetapi juga ketahanan mobil menerima tabrakan dari berbagai arah. Pengujian dimulai dari hantaman yang diarahkan ke hidung mobil yang diisi supir dan penumpang boneka. Sesi serupa juga ditujukan untuk mengukur tabrakan pada bagian kepala pengendara. Selain tabrakan depan, tabrakan samping dan uji tabrak pejalan kaki juga diberlakukan. Apabila cedera fisik pengendara dan penumpang rendah, maka semakin tinggi nilai keamanan kendaraan yang diperoleh. Sistem penilaian tiap program berbeda – beda, ASEA NCAP misalnya memberikan skorbintang satu hingga limasebagai hasil akumulasi skor tiap percobaan.

Dari sekian program – program penilaian keamanan kendaraan melalui uji tabrak mobil, uji tabrak belakang nampaknya kerap diabaikan. Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) menjadi yang pertama menghadirkan program uji tabrak mobil di bagian ekor. Menurut IIHS, pengujian tersebut dapat meningkatkan 78% keamanan mobil bagian belakang. (IA)[:]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *