Sejarah Kendaraan Perang di Indonesia

Berbicara mengenai kendaraan perang, Indonesia boleh berbangga. Pasalnya, kendaraan tempur (ranpur) buatan Indonesia berjulukan APS2 Anoa kini sudah dikenal dunia.Akan tetapi, pencapaian ini bukan tanpa kesulitan. Keberadaan kendaraan perang di Indonesia ternyata memiliki pergulatan yang sangat panjang seiring perang dan konflik yang melanda Bumi Pertiwi di masa lampau. Berikut www.tugasanda.com akan merangkum sekelumit sejarah kendaraan perang di Indonesia.

Kendaraan lapis baja sejatinya baru dikenal di Tanah Air menjelang Perang Kemerdekaan. Teknologi kendaraan perang sendiri baru diperkenalkan oleh militer Jepang selama masa pendudukan Jepang. Pada masa itu pula, sudut-sudut Perang Kemerdekaan mulai diisi truk angkut personel, tank, dan berbagai macam jip. Kendaraan-kendaraan tempur yang dimiliki Tentara Keamanan Rakyar sendiri merupakan hasil rampasan selama masa bergerilya.

Saat formasi Tentara Nasional Indonesia berdiri di tahun 1947, Indonesia telah memiliki berbagai macam kendaraan perang peninggalan Belanda. Jenis kendaraan perang milik TNI tersebut meliputi panser angkut personel ringan Bren Carrier, panser intai Humber Scout Car Mk. 1-3, truk lapis baja M3A1 Scout Car, tank berat M4A3 Sherman dantank ringan M3A3 Stuart. Tidak ketinggalan ranpur-ranpur amfibi seperti panser amfibi DUKW dan tank berat M4A3 Sherman yang dimodifikasi menjadi tank amfibi.

Sampai awal tahun 2000-an, Indonesia masih kesulitan memasok kendaraan militer dari negara-negara Barat, Rusia, Korea Selatan, dan Afrika Selatan. Embargo suku cadang pun kerap kali terjadi akibat konflik-konflik internal yang terjadi sepanjang sejarah Indonesia. Berawal dari kesulitan ini, sekarang sebagian besar kendaraan perang Indonesia terbaik telah diproduksi di dalam negeri. (IA)[:]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *