Mengenal Bus High Deck dan Non High Deck

Inovasi bodi kendaraan tak hanya dijumpai pada motor atau mobil. Akan tetapi, seiring perkembangan teknologi bus juga mengalami perombakan bodi. Tampilan bus-bus kini semakin elegan dan gagah. Tren karoseri bus di Indonesia pun telah memasuki babak baru dengan hadirnya model bus yang semakin bervariasi. Setidaknya ada dua model bus mengacu pada desain ketinggiannya, yaitu high deck dan non deck.

Seperti namanya, bus high deck adalah jenis bus yang memiliki lantai lebih tinggi dibandingkan bus non high deck. Bus high deck atau sering disingkat HD belakangan semakin banyak muncul di Indonesia seiring digulirkannya Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012. Model High Deck sendiri, terdapat dalam model Single High Deck maupun Double Deck. Ketinggian bus Single High Decker mencapai 3,85 – 3,9 meter, sehingga bagasinya jauh lebih longgar dan leluasa untuk menyimpan banyak barang.

Sementara itu, bus double decker atau dikenal dengan sebutan bus tingat trennya mulai menanjak sejak 2011 seiring dirilisnya Bus Werkudoro di Solo. Seperti diketahui, Bus Werkudoro merupakan bus wisata dalam kota Solo. Bus dengan tipe double decker memang rata-rata banyak digunakan untuk tujuan wisata dalam kota saja.

Tren penggunaan bus tingkat kemudian juga meluas ke Jakarta. Awalnya, di bawah instruksi  Gubernur Ahok saat itu, bus wisata di Ibu Kota menggunakan merk Weichai, tetapi dalam perkembangannya muncul pula bus tingkat dari karoseri lokal. (y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *