Perhatikan Beberapa Aturan Modifikasi Knalpot Berikut Agar Tidak Ditilang

Modifikasi knalpot racing adalah hal yang kerap dilakukan oleh beberapa pemilik kendaraan bermotor. Tak hanya dapat meningkatkan performa tunggangan, tetapi juga memberi sentuhan gaya yang berbeda. Namun begitu, dampak modifikasi ini biasanya menimbulkan efek suara knalpot yang menjadi lebih bising atau semburan buangan yang kerap mengenai pengendara lainnya.

Pengaturan kapasitas cc motor beserta besaran tingkat kebisingannya bahkan telah tertera pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no.7 Tahun 2009. Selain itu standar kelaikan teknis sebuah kendaraan bahkan juga telah tercantum pada pasal 285 Pasal 285 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Terdapat juga undang-undang yang mengatur secara khusus spesifikasi kelaikan teknis sistem pembuangan pada kendaraan. Hal ini termaktub dalam Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 Pasal 14 ayat dua yang berbunyi sebagai berikut (detikoto, 12/01/2008) : “Sistem pembuangan harus memenuhi persyaratan, yaitu dirancang dan dibuat dari bahan yang cukup kuat; arah pipa pembuangan dibuat dengan posisi yang tidak mengganggu pengguna jalan lain; asap dari hasil pembuangan tidak mengarah pada tangki bahan bakar atau roda sumbu belakang Kendaraan Bermotor; dan pipa pembuangan tidak melebihi sisi samping atau sisi belakang Kendaraan Bermotor.”

Berkendara tentunya juga harus diimbangi dengan toleransi yang tinggi sesama pengguna jalan. Knalpot bawaan pabrik yang sudah disediakan oleh Agen Tunggal Pemegang Merek biasanya sudah memenuhi standar kalaikan teknis. Oleh karena itu, hindari modifikasi yang melebihi batas agar terhindar dari sanksi tilang saat berkendara. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *