Ingin Buka Usaha Jasa Transportasi, Kenali Aturannya

Di tengah mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan alat transportasi menjadi hal yang sangat penting. Menjawab kebutuhan masyarakat jasa transportasi, semakin hari usaha jenis ini semakin berkembang. Pemain-pemain baru terus bermunculan. Perkembangan internet bahkan memicu munculnya startup- startup pemesanan kendaraan online. Pro kontra pun hadir ihwal kemunculannya karena dinilai bertabrakan dengan regulasi yang ada. Nah, Anda yang berkeinginan membuka usaha jasa transportasi, ada baiknya mengenali aturan untuk terjun ke bisnis tersebut. Tentu, agar bisnis dapat berjalan lancar tanpa terkendala regulasi.

Merujuk pada aturan pemerintah, Permenhub 32 tahun 2016, penyelenggaraan transportasi angkuta umum untuk orang terbagi menjadi 2, yaitu penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum dalam trayek dan penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek. Jenis usaha pertama diatur dalam Permenhub Nomor PM 29 Tahun 2015, sedangkan usaha jenis kedua diatur dalam Permenhub Nomor 32 tahun 2016.

Khusus usaha transportasi tidak dalam trayek, pemilik usaha disyaratkan untuk memiliki sedikitnya 5 kendaraan yang dibuktikan dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atas nama perusahaan dan surat tanda bukti lulus uji berkala kendaraan bermotor. Pengusaha juga harus memiliki tempat penyimpanan kendaraan atau pool serta memiliki fasilitas pemeliharaan atau bengkel. Hal ini dibuktikan dengan dokumen kepemilikan atau kerjasama dengan pihak lain. Tak kalah penting dari hal itu, pengusaha juga harus mempekerjakan pengemudi yang sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). (y)[:]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *