Aspal Campuran Plastik Efektif Tekan Limbah dan Tingkatkan Kualitas

Indonesia disebut – sebut sebagai negara penghasil limbah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Hal ini tentunya bukanlah predikat yang bisa dibanggakan mengingat pengaruhnya terhadap reputasi negeri ini di mata dunia.

Beruntungnya, sejumlah pihak terus mengupayakan pengelolaan terhadap jenis limbah ini. Salah satunya adalah penelitian penggunaan limbah plastik untuk aspal yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan KUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

Dengan komposisi campuran 10% limbah plastik dan 90% aspal, serta asumsi penerapan aspal setebal 4 cm dengan lebar jalan 7-14 meter, maka diperkirakan 1 km jalan aspal dapat menekan 2,5 hingga 5 ton limbah plastik. Meskipun di sisi lain biaya tambahan meningkat hingga 2%, tetapi hal ini dibarengi dengan peningkatan kualitas aspal.

Aspal jenis ini juga disebut – sebut memiliki ketahanan terhadap deformasi (peregangan) saat dilewati oleh beban berat. Selain itu, aspal plastik memiliki stabilitas keawetan yang lebih tinggi terhadap air. Daya rekatnya juga jauh lebih kuat dari aspal biasa sehingga tidak mudah retak.

Menurut sumber yang diberikan oleh Republika (22/02/2018), uji coba aspal plastik telah diaplikasikan pada beberapa ruas jalan nasional di Jakarta, Maros Sulawesi Tengah, Bekasi, Denpasar (700 meter), dan Tol Tangerang Merak (90 meter). Dalam proyek uji coba tersebut, kadar aspal yang digunakan rata – rata baru mencapai 6%. (AS)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *