Bolehkah Mobil LCGC Minum Premium ?

Dalam beberapa tahun terakhir, mobil berjenis LCGC (low cost green car) semakin banyak diminati masyarakat. Harga yang yang cukup terjangkau di kalangan menengah menjadi alasan paling logis di balik larisnya penjualan mobil jenis tersebut. Menyandang sebagai LCGC, mobil jenis ini disyaratkan untuk menggunakan BBM non subsidi alias tidak boleh menggunakan premium. Namun, mengingat mobil tersebut disiapkan untuk kalangan menengah, tentu dalam jangka panjang akan terasa berat untuk terus mengisi mobilnya dengan BBM non subsidi. Padahal, mobil lain yang lebih tinggi kelasnya, ada yang diperkenankan menenggak premium. Lalu bagaimana dengan LCGC, bolehkah mobil ini meminum premium?

Merujuk pada buku pedoman kepemilikan kendaraan jenis tersebut, sebenarnya sudah dicantumkan anjuran untuk menggunakan BBM dengan oktan minimal RON91/92.  Jenis BBM yang memenuhi standard tersebut antara lain Pertamax, Shell Super atau Petronas Prima. Saran penggunaan BBM tersebut bukan tanpa landasan. Mobil LCGC memiliki kompresi di atas 1:10. Akibat dari sistem kompresinya itu, jika mobil tidak meminum BBM yang disarankan untuknya adalah terjadi knocking lantaran arah berlawanan dengan pemuaian ruang bakar. Istilah ini mengacu pada jenis pembakaran yang terjadi lebih awal dari waktu yang seharusnya. Dampaknya adalah menggesek ruang silinder dan menekan crankshaft.

Dalam jangka panjang, kondisi ini akan membuat silinder, piston, katup dan crankshaft cepat rusak. Penggantian bagian tersebut tentu akan memakan biaya yang tidak sedikit, terlebih penggantian beberapa bagian tersebut mewajibkan mobil turun mesin. Oleh karena itu, sebaiknya tetap gunakan BBM non subsidi agar mobil LCGC Anda lebih ‘sehat’ dan berumur panjang. (y)

 

Tag: Bolehkah Mobil LCGC Minum Premium?, mobil LCGC, premium, efek mobil LCGC meminum premium

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *